"Mengapa orang tidak bahagia? Karena mereka mendapatkan kepuasan yang janggal dari penderitaan mereka," kata Sang Guru.
Ia menceriakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di tempat tidur bagian atas sebuah kereta api, pada suatu malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah seorang wanita terus-menerus mengeluh, "oh, betapa hausnya saya . . . Aduh, betapa hausnya saya."
Terus menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya dan memberikannya kepada wanita malang itu.
"Bu, ini ada air."
"Oh, baik sekali anda. Terima kasih."
Sang Guru kembali ke empat tidur. Ia menyamankan badannya dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara keluhan, "oh, betapa hausnya saya tadi . . . Aduh, betapa hausnya tadi."
( Berasa basi Sejenak, Anthony de Mello, Penerbit Kanisius, 1997 )

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar