Aku sangat mengagumi temanku. Ia bermaksud menunjukan kepada tetangganya, betapa sucinya ia. Bahkan untuk itu sampai-sampai ia mengenakan pakaian khusus. Aku selalu menyangka, bahwa orang sungguh-sungguh suci, kesucian itu akan terlihat oleh orang lain tanpa usaha apapun darinya. Tetapi temanku ini berusaha agar kesuciannya dapat terlihat tetangganya. Ia bahkan mengumpulkan sejumlah murid dengan maksud agar mereka ini menunjukan kesucian yang mereka miliki. Mereka menyebut hal ini 'memberi kesaksian.'
Ketika melewati sebuah kolam, aku melihat sekuntum bunga teratai yang sedang mekar. Tanpa berpikir panjang kukatakan padanya: 'Alangkah indahnya kau, bungaku! Dan betapa jauh lebih indah Tuhan yang telah menciptakanmu!'
Ia tersipu-sipu karena ia samasekali tidak menyadari keindahannya yang menakjubkan itu. Dan ia senang karena tuhanlah yang dimuliakan.
Ia menjadi jauh lebih indah justru karena tidak menyadari keindahannya. Dan ia menarik perhatianku, justru karena tidak berusaha memikat ku.
Tidak jauh dari situ ada kolam lain. Di sana ku lihat teratai lain yang menjulurkan daun-daunnya kepadaku, dengan malu-malu berkata: 'Lihatlah keindahan ku dan muliakanlah Penciptaku!'
Aku pergi meninggalkannya dengan rasa muak
Kalau aku mulai berusaha memberi teladan yang baik, aku ingin memberikan kesan bagi orang lain. Berhati-hatilah terhadap orang Farisi yang bermaksut baik!
( Anthony de Mello )

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar