Mengolah Emosi

Apa itu emosi ? Konotasi negatif bila ada yang mengungkapkan kata emosi, agar tidak salah mengartikan apa sebenarnya emosi dan dari mana emosi itu datang sebaiknya kita mengartikan dulu apa kata emosi itu dan asal kata emosi.

Wilkipida bahasa indonesia mengartikan emosi adalah perasaan intens atau reaksi yang ditujukan pada seseorang atau sesuatu kejadian. Kata emosi berasal dari bahasa prancis "emouvoir" yang artinya kegembiraan. Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu dari pada suasana hati, sebagai contoh bila seseorang bersikap kasar, maka manusia akan merasa marah. Perasaan intens pada kemarahan tersebut mungkin akan datang dan pergi lebih cepat tetapi ketika kita sedang dalam suasana hati yang buruk, seseorang bisa merasa tidak enak sepanjang hari.

Keliru kalau kita belajar untuk mengendalikan emosi kita karena itu datang secara alami dan melekat dengan hidup kita. Sebaiknya kita mengerti dan memahami emosi itu sendiri bahwasannya tidak semua emosi itu ber konotasi negatif.

Dari asal katanya "emuovoir" yang artinya kegembiraan mestinya emosi itu mengandung konotasi positif jadi perasaan intens atau reaksi yang bisa kita tunjukkan pada seseorang atau sesuatu kejadian dapat di bagi menjadi dua hal yang saling berdampingan tapi juga berlawanan, kita sebut saja itu positif dan negatif.
Positif   Vs     Negatif
Sabar Marah
Nerima Iri hati
Cinta kasih Dengki
Kedamaian  Galau


Mengelola emosi menjadi lebih sederhana bila kita memahami kata-katanya dan ber fokus pada kata yang menjadi tujuan hidup kita, bila kedamaian yang menjadi tujuan kita sebaiknya mulai melatihnya sepanjang hidup dan menjadikannya kebiasan kita sehari-hari.

Apa yang dilatih agar tujuan kita mengelola emosi itu tercapai ?

  1. Mengenal dan mengerti kata-kata emosi baik yang positif maupun lawannya negatif, cari dalam diri kita sendiri apa yang begitu mempengaruhi suasana hati kita dan melihatnya dari kedua sisi positif dan negatif.
  2. Emosi positif akan datang dengan sendirinya bila emosi negatif kita ajak berdamai, mengapa kita harus berdamai dengan emosi negatif kita? cukup sederhana jawabannya yaitu kita tidak dapat menghindar atau melawannya karena itu upaya yang sia-sia, secara alami bila sesuatu kita tekan reaksi baliknya akan lebih besar, yang baik adalah kita memahaminya dan berdamai dengannya.
  3. Cukup dengan bertanya pada diri sendiri bila emosi negatif itu datang; contohnya bila kita sedang marah diam sejenak atau jika itu sulit buat kita tunggu setelah kemarahan kita berlalu ajukan pertanyaan ini : dari mana datangnya kemarahan saya?, mengapa saya harus marah?, apa keuntungannya bila saya marah?. Kelihatan sederhana dan bukan jawaban yang baik untuk sebuah emosi negatif, kalau itu sederhana kenapa kita tidak coba melakukannya sebab ini efek jangka panjang , kebiasaan baik yang akan kita ciptakan.
  4. Dengan kebiasaan baik yang kita ciptakan berupa mengelola emosi negatif kita akibat di sepanjang perjalanan akan kita temukan sendiri jawabannya, bukan melawannya tapi memahaminya akan membuat emosi itu menjadi sesuatu yang indah bukan lagi menakutkan karena sepanjang hidup kita dilatih dan diisi dengan emosi positif berupa kedamaian, kasih sayang, cinta kasih.
Bagi kita yang hidup di zaman informasi serba mudah dan cepat solusi diatas bukanlah sesuatu yang menarik, tapi bila menyangkut masalah perilaku sesuatu yang tercipta dan terlatih dari satu kebiasaan yang dengan sadar kita latih  sepanjang hidup akan membuat kita semakin mahir dan mengerti kenapa kita harus emosi dan bagaimana emosi itu dapat menguntungkan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar